|
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah mengatakan, krisis ekonomi yang sampai saat ini belum seratus persen teratasi, ditambah kenaikan harga BBM dari tahun ke tahun telah berdampak pada berkurangnya kemampuan masyarakat untuk membiayai anaknya kuliah di perguruan tinggi. Perguruan tinggi menjadi suatu yang teramat mewah, terutama bagi mereka dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Jadi suatu prestasi yang perlu disyukuri bagi mereka yang bisa diterima di perguruan tinggi yang menjadi pilihan. Namun juga menyimpan harapan dan tanggungjawab yang tidak ringan. Karena di pundak para calon cendekiawan ini, bergantung harapan orang tua, masyarakat, bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Amin Abdullah di hadapan para mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga, saat membuka pelaksanaan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) dan Sosialisai Pembelajaran, di gedung multipurpose kampus setempat, Kamis, 21 Agustus 2008. Sebelum memasuki masa perkuliahan, semua mahasiswa baru UIN Sunan kalijaga akan mengikuti OPAK selama tiga hari (21-23 Agustus 2008). Selama tiga hari itu, mereka akan dibekali tentang profil lembaga UIN dengan berbagai unit organisasi yang ada di dalamnya, tentang berbagai peraturan akademik dan kemahasiswaan baik yang bersifat administratif maupun etis. Mereka juga akan diperkenalkan dengan berbagai lembaga kemahasiswaan beserta unit-unit kegiatan mahasiswa yang akan menjadi wahana untuk menyalurkan minat dan bakat mereka sekaligus mengembangkan seperangkat soft skills seperti kecakapan kepemimpinan, manajemen, wawasan keorganisasian, wawasan dan semangat kewirausahaan, kepeloporan, kecakapan mengatasi masalah, kecakapan komunikasi interpersonal, bekerjasana dalam team, dan sebagainya, melalui organisasi kemahasiswaan, yang akan sangat diperlukan bagi masa depan mereka, baik untuk kehidupan profesional maupun sosial. Selesai kegiatan OPAK, akan dilanjutkan kegiatan Sosialisasi Pembelajaran selama empat hari. Selama empat hari itu, para mahasiswa baru akan dibekali berbagai strategi sukses di perguruan tinggi, sistem pembelajaran di perguruan tinggi manajemen diri dan teknik problem solving. Serta placement tes bahasa Arab dan bahasa Inggris (25 Agustus 2008) untuk mengetahui kemampuan awal berbahasa asing para mahasiswa baru. Kepada para mahasiswa baru Amin Abdullah berpesan, agar mereka selama kuliah, bersungguh sungguh mengembangkan seluruh potensi diri secara optimal, membangun dan mencetak prestasi baik akademik maupun non-akademik, baik di tingkat regional, nasional dan internasional, mumpung kesempatan terbentang lebar dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, seperti bait syair Sunan Kalijaga “Mumpung Padhang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane- Senyampang Zaman Masih Terang, Senyampang Peluang Masih Lapang” kata Amin Abdullah. Menurut Amin Abdullah, Pendidikan tinggi merupakan investasi yang amat mahal. Anggaran yang dipergunakan untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi, tidak semata-mata berasal dari biaya yang dibayarkan oleh orang tua mahasiswa. Namun juga berasal dari masyarakat dan negara dalam bentuk subsidi pemerintah. Terutama di lingkup UIN Sunan Kalijaga. Investasi dari masyarakat dan negara ini, kata Amin Abdullah, mesti diukembalikan dalam wujud kontribusi yang berarti. Ia juga mengingatkan bahwa, mahasiswa adalah warga akademik, yang diharapakan akan turut serta menjunjung tinggi dan mengembangkan tradisi, norma-norma, etika, dan budaya akademik di kampus, yang termanifestasi dalam sikap cinta ilmu, pengetahuan dan kebenaran, semangat belajar sepanjang hayat, semangat berbagi pandangan dan pemikiran dengan sikap saling menghormati, tenggang rasa dan berpegang pada nilai-nilai moral, akhlak, harkat dan martabat. |