|
Menuju Research University |
|
|
|
Contribution of research university may be measured by how significance its educational experiences that prepare students to be innovators and leader tomorrow (H. Weingarten)
Belakangan ini ada kecenderungan berbagai universitas mengambil potitioning sebagai research university. Beberapa diantaranya bahkan agak malu-malu menyebut diri sebagai research university dengan menyelipkan kata “toward” di depan kalimat reseaerch university. Tidak diketahui secara pasti apa motif sejumlah perguruan tinggi mengambil potitioning sebagai research university, karena memang belum ada penelitian tentang hal tersebut. Berbagai spekulasi menyebutkan bahwa sebuah universitas yang menjual riset sebagai brand perguruan tinggi mampu menghasilkan profit yang lebih dari cukup untuk mengembangkan universitas. Tentu saja dengan menjual research sebagai branding dapat menggaet berbagai pihak termasuk para pelaku bisnis yang bergerak dalam sektor industri. |
|
Read more...
|
|
|
Memasuki fase baru pasca transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga, berbagai langkah strategi pengembangan mulai dicanangkan. Setidaknya ada 5 arah pengembangan yang mulai direncanakan dan dijalankan setahap demi tahap. Pertama, Membangun kapasitas intelektual dan akademik (Intellectual and Academic Capacity Building). Kedua, Membangun kapasitas institusional (Institusional Capacity Building). Ketiga, Membangun kapasitas sosial (Social Capacity Building). Keempat, Membangun kapasitas kewirausahaan dan manajerial (Entrepreneurship and Managerial Capacity Building). Kelima, Membangun kapasitas moral –spritual (Moral-Spritual Capasity Building). |
|
Read more...
|
|
|
Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menandai adanya proses pertumbuhan institusi pendidikan ini yang semakin matang dalam menghadapi tantangan modernisasi, kapitalisasi, globalisasi yang merasuk sedemikian cepat dalam dinamika masyarakat kontemporer. Adanya gelombang transformasi juga menandai adanya pergulatan internal civitas akademika yang dinamis, tidak stagnan dalam merespon kebutuhan dan tuntutan stakeholder-nya. |
|
Read more...
|
|
|